Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Today's Recap
Todays Recap Menyajikan artikel terpopuler setiap jam 9 malam

Kayu Gelondongan Pascabanjir Ungkap Kerusakan Hutan di Aceh

Foto udara kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Jumat (5/12/2025).

ACEH, 6 Desember 2025 — Kemunculan sejumlah kayu gelondongan di sepanjang aliran sungai pascabanjir di Aceh memunculkan kembali kekhawatiran mengenai kondisi hutan di wilayah tersebut. Kayu-kayu berukuran besar yang terseret arus terlihat menumpuk di beberapa titik, menjadi indikasi adanya kerusakan kawasan hutan di daerah hulu.

Material kayu mulai bermunculan sejak banjir melanda beberapa kecamatan pada akhir pekan lalu. Arus deras dari perbukitan membawa batang kayu, ranting besar, hingga potongan gelondongan yang kemudian terdampar di bantaran sungai dan area pemukiman warga.

Tumpukan Kayu Terlihat di Beberapa Lokasi

Di sejumlah kawasan yang terdampak paling parah, warga menemukan kayu beragam ukuran, sebagian tampak masih segar dan sebagian lain telah lapuk. Temuan ini dinilai cukup signifikan karena volume material kayu dianggap tidak lazim muncul dalam jumlah besar pada kejadian banjir reguler.

Warga di sekitar lokasi menyebutkan bahwa tumpukan kayu tersebut mulai terlihat sejak hari pertama banjir datang, lalu semakin banyak setelah air surut dan badan sungai kembali terbuka.

Indikasi Kerusakan Vegetasi di Hulu

Kemunculan gelondongan kayu kerap dikaitkan dengan kondisi tutupan hutan di kawasan hulu. Hilangnya pohon besar dan penurunan vegetasi dapat membuat tanah kehilangan kemampuan menahan air, sehingga meningkatkan risiko banjir bandang dan membawa material dari kawasan perbukitan.

Meski demikian, penyebab pasti munculnya material kayu ini masih menunggu hasil identifikasi lapangan. Pemeriksaan lokasi hulu dan analisis kondisi vegetasi menjadi langkah penting untuk memastikan sumber kayu tersebut.

Warga Khawatirkan Risiko Banjir Berikutnya

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran bahwa volume material kayu yang besar bisa menjadi tanda ketidakstabilan lingkungan di daerah perbukitan. Jika curah hujan tinggi kembali terjadi, material serupa berpotensi memperparah arus dan menimbulkan kerusakan tambahan pada permukiman.

Selain itu, keberadaan tumpukan kayu di aliran sungai dapat menghambat arus dan berpotensi menimbulkan penyumbatan baru jika tidak ditangani.

Pemeriksaan Lapangan Mulai Dilakukan

Petugas terkait mulai melakukan peninjauan langsung di area terdampak untuk mendata volume material kayu serta mengamati titik-titik rawan di hulu. Pemeriksaan tersebut mencakup identifikasi jenis kayu, potensi sumber asal, hingga pemetaan lokasi yang berisiko longsor atau banjir bandang.

Proses pembersihan kayu dan material banjir dilakukan bertahap untuk mengembalikan fungsi aliran sungai dan mencegah hambatan debit air.

Upaya Mitigasi Jangka Panjang Diperlukan

Pengamat lingkungan menilai bahwa kejadian ini dapat menjadi peringatan penting mengenai perlunya pemulihan ekosistem hutan dan penguatan pengawasan kawasan rawan. Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan konservasi hutan dinilai berperan besar dalam mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Hingga saat ini, pemantauan terhadap kondisi pascabanjir masih berlangsung, sementara warga terus membersihkan area sekitar pemukiman dari sisa material kayu dan lumpur.

Posting Komentar untuk "Kayu Gelondongan Pascabanjir Ungkap Kerusakan Hutan di Aceh"