Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Today's Recap
Todays Recap Menyajikan artikel terpopuler setiap jam 9 malam

“Godfather” Nigeria di Balik Lonjakan Karier Gelap Dewi Astutik

Foto: Otak penyelundupan 2 ton sabu, Paryatin alias Dewi Astutik, ditangkap BNN bersama pihak terkait lainnya di Kamboja. Dewi Astutik bisnis narkoba sejak 2023. (dok BNN)

Jakarta — Penangkapan Dewi Astutik alias PA (43) di Sihanoukville, Kamboja, menjadi babak penting dalam upaya pemberantasan narkoba lintas negara. Melalui operasi gabungan antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, hingga unsur intelijen, Dewi ditangkap tanpa perlawanan sebelum dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan mendalam.

Dari Scamming ke Kartel Narkoba Internasional

Penyelidikan BNN menunjukkan bahwa Dewi sebelumnya bekerja dalam operasi scamming di Kamboja selama sekitar satu bulan. Setelah keluar dari aktivitas ilegal tersebut, ia bertemu seorang warga Nigeria berinisial DON — sosok yang diduga menjadi “godfather” dalam jaringan narkotika internasional.

DON disebut sebagai pendana dan pengendali jaringan, sementara Dewi membantu pengemasan dan distribusi narkoba lintas Asia, Afrika, hingga Amerika Latin. Aktivitasnya membuat Dewi masuk daftar buron internasional dan menerima red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024.

Operasi Penangkapan Lintas Negara

Penangkapan Dewi merupakan hasil koordinasi intelijen dan diplomasi yang panjang. Kepala BNN Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa kasus ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memutus rantai peredaran narkotika global, terutama yang dikendalikan dari luar negeri.

Setibanya di Indonesia, Dewi langsung menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap struktur jaringan, aliran dana, serta peran DON dan anggota lainnya.

Identitas Ganda dan Mobilitas Tinggi

Sebelum masuk jaringan narkoba, Dewi pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan Mandarin di Kamboja dengan penghasilan cukup besar. Selama pengejaran, ia juga dikenal kerap berpindah negara untuk menghindari aparat, termasuk wilayah-wilayah yang menjadi rute peredaran narkoba internasional.

Implikasi Kasus bagi Indonesia

Kasus Dewi memperlihatkan keterkaitan antara kejahatan siber, migrasi ilegal, dan perdagangan narkotika yang terorganisir. Modus yang digunakan jaringan ini menunjukkan bagaimana kelompok kriminal global memanfaatkan kerentanan ekonomi dan mobilitas lintas negara.

Keberhasilan operasi ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional — antara penegak hukum, intelijen, dan diplomasi — sangat penting untuk menindak kejahatan transnasional yang semakin kompleks.

Posting Komentar untuk "“Godfather” Nigeria di Balik Lonjakan Karier Gelap Dewi Astutik"