Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Today's Recap
Todays Recap Menyajikan artikel terpopuler setiap jam 9 malam

Delapan Hari Terisolasi, Warga Aceh Tamiang Bertahan Tanpa Bantuan Akibat Banjir dan Longsor

Sejumlah bangunan rusak pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). Berdasarkan data Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh pada Selasa (2/12) sebanyak 1.452.185 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda 3.310 desa di 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

ACEH TAMIANG, 6 Desember 2025 — Sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan terisolasi selama delapan hari tanpa suplai bantuan logistik dan layanan dasar setelah banjir dan longsor besar merusak akses jalan serta jaringan konektivitas di daerah tersebut.

Bencana Melanda dan Akses Terputus

Banjir yang dipicu curah hujan tinggi dan diperparah oleh material longsor menyebabkan beberapa jembatan putus, ruas jalan tertimbun lumpur, dan jalur antar­kecamatan tidak bisa dilewati. Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan tertahan dan warga tidak dapat keluar dari wilayah terdampak.

Sejumlah laporan wargamenyebutkan bahwa beberapa desa di kawasan hulu dan perbukitan merupakan yang paling sulit dijangkau. Di wilayah tersebut, kendaraan logistik tidak bisa masuk, sementara upaya berjalan kaki menuju titik evakuasi turut terkendala jarak dan medan berat.

Ribuan Warga Kesulitan Kebutuhan Dasar

Warga terdampak mengaku mengalami keterbatasan makanan, air bersih, dan akses kesehatan selama masa isolasi. Keluarga dengan anak kecil, ibu menyusui, dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan.

Beberapa warga juga dikabarkan terpaksa mengandalkan air hujan atau menyaring air banjir dengan alat seadanya untuk kebutuhan minum. Di sejumlah titik pengungsian sementara, persediaan bahan makanan dilaporkan semakin menipis memasuki hari kelima hingga hari kedelapan pascabencana.

Jalur Bantuan Mulai Dibuka Bertahap

Setelah beberapa hari upaya pembersihan, sejumlah akses mulai terbuka kembali. Tim penanganan darurat dari pemerintah pusat dan daerah telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor serta membangun jembatan darurat di beberapa lokasi.

Bantuan logistik yang mencakup makanan siap saji, air bersih, pakaian, dan obat-obatan mulai diangkut ke desa-desa yang aksesnya telah pulih. Meski demikian, beberapa titik yang berada di area perbukitan masih sulit dijangkau sehingga pendistribusian dilakukan secara bertahap.

Pemulihan Infrastruktur Menjadi Prioritas

Pemerintah daerah bersama instansi terkait menargetkan pembukaan akses menuju seluruh desa terdampak sebagai langkah utama pemulihan. Selain pembersihan jalan, proses survei kerusakan jembatan dan fasilitas umum sedang dilakukan untuk menentukan kebutuhan perbaikan lanjutan.

Warga berharap suplai bantuan dapat segera merata, terutama untuk daerah yang masih terisolasi akibat kondisi geografis dan cuaca yang tidak menentu.

Kondisi Masih Bergerak dan Dipantau

Hingga laporan ini diterbitkan, sebagian warga masih mengandalkan bantuan dari sesama penduduk lokal. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap berada di lokasi aman dan menunggu pendistribusian bantuan resmi.

Upaya pemantauan cuaca dan kondisi debit sungai juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.

Posting Komentar untuk "Delapan Hari Terisolasi, Warga Aceh Tamiang Bertahan Tanpa Bantuan Akibat Banjir dan Longsor"