Usaha Basreng Homemade Modal Rp300 Ribuan: Produksi 50 Bungkus per Hari, Untung Jutaan per Bulan!


Basreng (bakso goreng) bukan hanya camilan gurih yang digemari berbagai kalangan, tapi juga peluang bisnis dengan margin tinggi dan permintaan pasar stabil. Jika biasanya hanya untuk konsumsi pribadi, kini basreng bisa disulap menjadi produk UMKM dengan omset jutaan rupiah per bulan.

Dengan modal sekitar Rp300.000, kamu bisa mulai usaha basreng homemade dari rumah, dengan kapasitas produksi hingga 50 bungkus per hari.


1. Keunggulan Usaha Basreng Homemade

  • Permintaan tinggi & pasar luas
  • Bisa diproduksi sendiri di rumah (homemade)
  • Skalanya fleksibel: dari kecil hingga ratusan bungkus/hari
  • Bahan mudah & murah, bisa beli di pasar lokal
  • Potensi untung besar: margin bisa 60–100% per bungkus

🧂 2. Rincian Modal Awal dan Bahan Baku Produksi 50 Bungkus

📦 Bahan Bakso Homemade:

Bahan Jumlah Estimasi Harga
Daging ayam giling 1,5 kg Rp75.000
Tepung tapioka 750 g Rp12.000
Bawang putih, bumbu dapur - Rp8.000
Es batu / putih telur - Rp5.000
Plastik kukus + gas - Rp5.000
Subtotal Rp105.000

📦 Bahan Tambahan:

Item Estimasi Harga
Minyak goreng (1,5–2 L) Rp32.000
Bumbu tabur aneka rasa (3 rasa) Rp20.000
Tepung maizena (opsional) Rp5.000
Plastik kemasan standing pouch 50 pcs Rp65.000
Stiker label produk (50 pcs) Rp20.000
Subtotal Rp142.000

📦 Perlengkapan Pendukung:

Item Estimasi
Sealer plastik manual Rp40.000–70.000 (sekali beli)
Spinner minyak (opsional) Rp250.000–500.000 (jika skala besar)

💰 Total Modal Produksi Harian (Tanpa alat): ± Rp250.000–300.000


👨‍🍳 3. Langkah Produksi Basreng Skala UMKM Rumahan

🔨 A. Membuat Bakso Sendiri

  1. Campur daging ayam, bawang, dan es batu lalu blender
  2. Tambahkan tepung, garam, merica, dan aduk sampai kalis
  3. Bentuk lonjong pipih, kukus 25–30 menit
  4. Diamkan hingga dingin, simpan di kulkas

🔥 B. Proses Menjadi Basreng

  1. Iris tipis-tipis bakso yang sudah dingin
  2. Angin-anginkan 1 jam
  3. Goreng hingga garing dan renyah
  4. Taburkan bumbu tabur sesuai varian rasa
  5. Kemasi ke dalam plastik standing pouch + stiker

📦 4. Hasil Produksi & Potensi Keuntungan

Hasil 1 Batch (±1,5 kg bakso):

  • Berat kering jadi basreng: ±4–5 kg
  • Per bungkus: ±100 gr
  • Total: 45–50 bungkus

Harga jual per bungkus:

  • Harga reseller: Rp7.000–8.000
  • Harga konsumen akhir: Rp10.000–12.000

💸 Simulasi Penjualan (50 bungkus @Rp10.000):

Komponen Nilai
Omzet kotor Rp500.000
Modal produksi Rp280.000
Keuntungan bersih (1 hari) ±Rp220.000
Jika produksi 20 hari/bulan ±Rp4.400.000/bulan

📌 Tanpa sewa tempat, tanpa karyawan, dari rumah sendiri.


📣 5. Strategi Jualan Basreng Biar Cepat Laku

💡 Branding yang Menarik:

  • Gunakan nama unik dan mudah diingat:
    Contoh: Basreng Gila Level, Basreng Patah Hati, Basreng Rumahan Gurih
  • Tambahkan level pedas (Level 1–5)
  • Cantumkan “HALAL”, “100% Homemade”, “Tanpa MSG” pada label

🛒 Pemasaran Offline & Online:

  • Jual langsung ke teman, tetangga, sekolah, kantor
  • Buka pre-order via WhatsApp dan Instagram
  • Tawarkan sistem reseller (minimal 10 pcs)
  • Jual di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop

🎥 Promosi Konten:

  • Video goreng basreng ASMR
  • Video reaction pedas “level 5”
  • Cerita behind the scene produksi homemade
  • Testimoni pembeli di story WA atau IG Reels

🧠 6. Tips Keamanan & Ketahanan Produk

  • Gunakan kemasan ziplock / standing pouch
  • Goreng hingga benar-benar kering
  • Simpan di tempat kering & sejuk
  • Tambahkan silica gel food grade untuk pengiriman
  • Cantumkan tanggal produksi & expired di kemasan

✅ Peluang Usaha

Usaha basreng homemade dengan modal sekitar Rp300 ribu per hari adalah peluang yang nyata, praktis, dan menjanjikan. Dengan skema produksi harian 50 bungkus, kamu bisa menghasilkan keuntungan Rp4–6 juta per bulan, bahkan lebih saat momen ramai seperti Ramadan, musim sekolah, atau promo online.

Cocok untuk ibu rumah tangga, mahasiswa, atau siapa saja yang ingin memulai bisnis makanan ringan dari rumah — dengan kontrol penuh atas kualitas, rasa, dan branding produk.